Sabtu, 07 Desember 2013

maaf nih lama tidak posting, lagi sibuk sama kuliah. heh


Untuk menepati janji saya, ini ada sepenggal cerita saya dan kakak saya. Jadi begini ceritanya. Kakakku adlah seorang yang begitu suka memodifikasi motor. Dari bebrapa modifikasi dia sangat menyukai modifikasi lampu. Memang sih tak banyak orang yang suka dengan modifikasi lampu motornya. 

Harga lampu  variasi sendiri sangat beragam, mulia dari ribuan hingga jutaan. Karena kakakku masih  pemula dulu, maka dia hanya memodifikasi motornya dengan lampu-lampu variasi yang murah. Hobi ini terus berlanjut hingga stengah tahun. Setelah sadar bahwa motornya kebanyakan lampu. Hehe

nah ini yang aneh, dia tidak mencoba untuk berhenti bermain-main dengan lampu itu. Saking banyaknya lampu yang sudah dibeli tapi tidak terpasang maka dia iseng-iseng menjualnya.  Jualan pertamanya hanya membawa sekantong kresek tanggung. Dan dia berjualan di pinggir jalan. Tepatnya dulu sih  di depan kantor pln kudus. Nah ternyata respon waktu jualan itu sangat banyak, yang tanya-tanya. Hehe

Tak berhenti disitu,dengan perjuangan setiap malam, yap dulu jualannya hanya sehabis magrib sampai jam 9 malam saja. Tak disangka jualannya semakin rame dan di kenal orang. Dari sekantong kresek kini menjadi 3 kantong kresek besar dan 1 tas untuk naik gunung.  Tapi ada waktunya ketika itu kakakku tidak mendapatkan uang sama sekali. Ya itulah resiko orang jualan. 

Lama kelamaan, kakakku tak bisa berjualan terus disana, karena apa? Yah karena saat itu musim penghujan. Hampir beberapa bulan kakakku tak berjualan disana. Dan apa yang terjadi dengan lampu variasinya? Nyumpel dan berserakan dirumah. Dengan dorongan dari orang tuaku, akhirnya kakakku berani menggadaikan bpkb motornya, yang saat itu  baru lunas. Dengan uang hasil gadaian itu kakak ku menyewa kios. 

Jangan berfikiran kiosnya besar, kios tersebut hanya berukuran l 1,5 meter p 2 meter. Kecil sekali kan. Tapi dengan itu dia terus berusaha mempromsikan usahanya, ya lewat jejaring sosial tentunya. Setelah berjalan hampir 2 bulan, kios tersebut makin dikenal dan semakin rame, kiosnya di beri nama iner variasi motor. Omset kotornya yang buka dari jam 2 siang sampai 9 malam rata-rata  mencapai 350  ribu. Ingat kios ini hanya berjualan lampu-lampu variasi saja. Dan lihat ukurannya yang hanya 1,5x2 meter.

Makin hari semakin rame, setelah hampir satu tahun, lahirnya cabang pertama dari iner variasi  (ivm). Cabang yang ini kiosnya ukuran 3,5x 8 meter.  Kini ivm juga telah membuka toko onlinenya di tokopedia.com yang transaksinya aman sekali. Ivm juga melayani grosir dan eceran lampu-lampu variasi dan pengiriman ke seluruh  indonesia sekarang.


Insyaallah, tahun 2014 akan membuka cabang lagi. Ya cabang ke dua dari ivm. Kini ivm semakin maju, dan membuka peluang bagi pecinta modifikasi lampu untuk usaha bareng-bareng dengan sistim dropship dan reseller.
Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi ya. :)
Salam 

Rizky h & CV. Iner variasi motor

keyword: cerita inspirasi, usaha, lampu variasi, reseller, dropship.
 

Jumat, 25 Oktober 2013

Kuliah atau kerja ya?

Kuliah atau kerja Pasti bingung buat kalian yang sudah kelas 12 SMA/SMK. It u juga yang saya rasakan ketika kelas 12 SMA semester 2. Bingung sekali, apalagi ketika keluarga kita sudah punya usaha yang mungkin bisa kita lanjutkan. Yak bener, kita akan menjadi pengusaha muda. Tapi apa semudah itu kita untuk menjadi pengusaha?  Pasti tidak kan, memang sih ada lulusan SMA yang membuka usaha kemudian sukses menjadi pengusaha. Tapi itu hanya segelintir orang yang mungkin bisa dihitung dengan jari kita.

Tak salah bila kita memilih bekerja dari pada kuliah. Apalagi kita hanya melanjutkan usaha yang telah dijalankan oleh salah satu keluarga kita. Tapi dengan bekal pengetahuan dan pengalaman kita,apa  bisa mendukung usaha yang kita lakukan? Bingung lagi kan? Tak ada salahnya kita mencoba membuka usaha dengan pengalaman yang kita miliki, jangan takut gagal, jangan pernah menyerah untuk mencobanya lagi, karena memang disekolah, kita tidak diajari menjadi pengusaha. Kita hanya dipersiapkan untuk siap terjun ke dunia kerja. Yap menjadi pekerja, bukan menjadi pengusaha.



Berfikirlah lagi untuk menjadi pengusaha dengan ijazah SMA/SMK, semua butuh kerja keras tanpa menyerah, dan apakah kita lulusan SMA/SMK sudah matang dan punya tekat tinggi untuk menjadi pengusaha? Sekali lagi saya menekankan, tak ada yang salah dengan pilihan anda.
Kuliah memberikan pengalaman yang lebih dibanding di SMA/SMK. Disan kita akan menjumpai banyak orang dari berbagai suku bangsa, yang tentunya akan menambah wawasan anda. Disana kita jugan diajari untuk berorganisasi, menjadi pemimpin yang baik, dan tentunya belajar menjadi pengusaha muda. Pemerintah melalui  DIKTI  telah membuat program kreatifitas mahasiswa, itu adalah program yang akan mendanai program mahasiswa, termasuk program kewirausahaan. Senang kan pastinya, kita akan mendapat modal dan itu Cuma-Cuma.

Nah sekarang tinggal anda yang menentukan, mana yang lebih tepat untuk  hidup anda antara kuliah atau kerja,  saya baru semester  1 tahun 2013 ini disalah satu perguruan tinggi di Semarang. Dan itu sharing yang bisa saya bagi, sekali lagi saya tekankan, tak ada yang salah dengan pilihan anda. Karena Tuhan telah menentukan rejeki kita, tinggal bagaimana kita berusaha mendapatkannya.
Pilihlah hal anda sukai, karena dengan hal tersebut bisa menjadikan anda mendapatkan rejeki yang lebih, jangan takut mencoba, terus berusaha, dan jangan menyerah dengan segala rintangan yang mengahalangi, hal yang anda sukai akan memberikan keuntungan kepada anda.
Insyaallah dalam waktu dekat ini, saya akan mempostingkan kisah keluarga saya, yang bermula dari hobi dan sekarang telah merintis usaha yang bermula dari hobi.
Salam,

Rizky 
Keyword : kuliah, kerja, SMA/SMK, pilih, pengusaha, pengalaman.