Untuk menepati janji saya, ini ada sepenggal
cerita saya dan kakak saya. Jadi begini ceritanya. Kakakku adlah seorang yang
begitu suka memodifikasi motor. Dari bebrapa modifikasi dia sangat menyukai modifikasi
lampu. Memang sih tak banyak orang yang suka dengan modifikasi lampu
motornya.
Harga lampu variasi sendiri sangat beragam,
mulia dari ribuan hingga jutaan. Karena kakakku masih pemula dulu, maka
dia hanya memodifikasi motornya dengan lampu-lampu variasi yang murah. Hobi ini
terus berlanjut hingga stengah tahun. Setelah sadar bahwa motornya kebanyakan
lampu. Hehe
nah ini yang aneh, dia tidak mencoba untuk berhenti bermain-main dengan lampu itu. Saking banyaknya lampu yang sudah dibeli tapi tidak terpasang maka dia iseng-iseng menjualnya. Jualan pertamanya hanya membawa sekantong kresek tanggung. Dan dia berjualan di pinggir jalan. Tepatnya dulu sih di depan kantor pln kudus. Nah ternyata respon waktu jualan itu sangat banyak, yang tanya-tanya. Hehe
nah ini yang aneh, dia tidak mencoba untuk berhenti bermain-main dengan lampu itu. Saking banyaknya lampu yang sudah dibeli tapi tidak terpasang maka dia iseng-iseng menjualnya. Jualan pertamanya hanya membawa sekantong kresek tanggung. Dan dia berjualan di pinggir jalan. Tepatnya dulu sih di depan kantor pln kudus. Nah ternyata respon waktu jualan itu sangat banyak, yang tanya-tanya. Hehe
Tak berhenti disitu,dengan perjuangan setiap
malam, yap dulu jualannya hanya sehabis magrib sampai jam 9 malam saja. Tak
disangka jualannya semakin rame dan di kenal orang. Dari sekantong kresek kini
menjadi 3 kantong kresek besar dan 1 tas untuk naik gunung. Tapi ada
waktunya ketika itu kakakku tidak mendapatkan uang sama sekali. Ya itulah
resiko orang jualan.
Lama kelamaan, kakakku tak bisa berjualan terus
disana, karena apa? Yah karena saat itu musim penghujan. Hampir beberapa bulan
kakakku tak berjualan disana. Dan apa yang terjadi dengan lampu variasinya?
Nyumpel dan berserakan dirumah. Dengan dorongan dari orang tuaku, akhirnya
kakakku berani menggadaikan bpkb motornya, yang saat itu baru lunas.
Dengan uang hasil gadaian itu kakak ku menyewa kios.
Jangan berfikiran kiosnya besar, kios tersebut
hanya berukuran l 1,5 meter p 2 meter. Kecil sekali kan. Tapi dengan itu dia
terus berusaha mempromsikan usahanya, ya lewat jejaring sosial tentunya.
Setelah berjalan hampir 2 bulan, kios tersebut makin dikenal dan semakin rame,
kiosnya di beri nama iner variasi motor. Omset kotornya yang buka dari jam 2
siang sampai 9 malam rata-rata mencapai 350 ribu. Ingat kios ini
hanya berjualan lampu-lampu variasi saja. Dan lihat ukurannya yang hanya 1,5x2
meter.
Makin hari semakin rame, setelah hampir satu
tahun, lahirnya cabang pertama dari iner variasi (ivm). Cabang yang ini
kiosnya ukuran 3,5x 8 meter. Kini ivm juga telah membuka toko onlinenya
di tokopedia.com yang transaksinya aman sekali. Ivm juga melayani grosir dan
eceran lampu-lampu variasi dan pengiriman ke seluruh indonesia sekarang.
Insyaallah, tahun 2014 akan membuka cabang lagi. Ya cabang ke dua dari ivm. Kini ivm semakin maju, dan membuka peluang bagi pecinta modifikasi lampu untuk usaha bareng-bareng dengan sistim dropship dan reseller.
Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi ya. :)
Salam
Rizky h & CV. Iner variasi motor
keyword: cerita inspirasi, usaha, lampu variasi, reseller, dropship.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar